FeedBurner StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  


Follow - Monx007
Article Time Stamp: 30 March 2008, 21:24:30 GMT+7

Bearish, Kapan dan Berapa ?



To everything
(turn, turn, turn)
There is a season
(turn, turn, turn)
And a time for every purpose, under heaven
A time to be born, a time to die A time to plant, a time to reap A time to kill, a time to heal
A time to laugh, a time to weep...
(Turn! Turn! Turn! oleh The Byrds, Billboard Top 100 Desember 1965)


Lagu di atas -- yang sempat bertengger tiga minggu di puncak tangga musik di eranya -- mengingatkan bahwa setiap hal di dunia punya masanya untuk berubah. Semua ada gilirannya. Lahir-mati. Menanam-menuai. Membunuh-menyembuhkan. Tertawa-menangis. Satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.

Bila hal itu berlaku pada semua aspek kehidupan manusia, maka pasar modal termasuk di dalamnya. Ada waktunya harga saham naik. Ada waktunya harga saham turun. Ada waktunya pasar memasuki masa bullish. Ada waktunya pasar berada dalam masa bearish. Silih berganti.

Pasar yang mengalami masa bullish tidak sulit didefinisikan. Harga saham yang naik terus-menerus, hari demi hari dan minggu demi minggu, adalah waktu ketika berinvestasi ataupun berspekulasi -- pada saham adalah cara paling cepat memperoleh keuntungan dan kekayaan.

Contohnya tidak jauh-jauh. Kondisi bullish Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2004 hingga sekarang telah membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris berlipat tiga.

Lewat hitungan sederhana akan kita peroleh angka pertumbuhan indeks lebih dari 30% per tahun. Ini jauh lebih kencang daripada periode-periode sebelumnya. Bila kita bandingkan dengan tingkat suku bunga rata-rata yang berkisar 10%-12%, acuan pergerakan seperti itu rasanya cukup mudah dipakai dalam menunjuk kapan periode bullish berlangsung.

Ukuran tadi baru pada tingkatan indeks. Bila kita melihat pada tingkatan saham, kita bisa melihat harga saham, Bumi Resources (BUMI) misalnya, yang bergerak dari harga Rp 800 menjadi lebih dari Rp 6.000 per saham. Ini berarti, harga saham tersebut meningkat secara majemuk (compounded return) lebih dari 60% per tahun. Pasar yang bullish memang menyenangkan. Waktunya untuk tertawa.

Tapi tentu tidak segalanya berlangsung selamanya. Ada masa bullish, ada masa bearish. Yang sulit adalah membedakan kapan pasar beralih keadaan.

Koreksi 20%
Berbeda dengan suasana pasar bullish, di masa bearish kita tak bisa menggunakan acuan hasil berdasarkan suku bunga, karena hasilnya akan terlambat. Indeks dan harga saham sudah lebih dulu amblas sebelum kita mengukurnya dengan hasil suku bunga.

Namun begitu, ada beberapa cara yang digunakan orang mendefinisikan peralihan dari pasar yang bullish ke pasar yang bearish. Indikator yang sering digunakan secara de facto adalah dengan mengukur selisih antara posisi indeks saat ini dengan posisi harga tertinggi selama setahun terakhir.

Bila posisi indeks sekarang berada 20% lebih rendah daripada puncak indeks selama 52 minggu terakhir, maka secara umum disebut pasar sedang dalam periode bearish.

Dalam keadaan bearish, strategi defensif adalah Cara berinvestasi yang paling tepat. Posisi kas lebih cenderung ditambah biarpun hasilnya lebih sedikit. Pembelian dengan metode margin dihindari dan posisi beli dan jual dalam rentang pendek. Volume saham dikurangi dan difokuskan pada sektor-sektor tertentu yang bersifat kebal resesi.

Rata-rata 200 hari
Teknik lain yang kerap diadopsi untuk menentukan apakah pasar dalam posisi bullish ataupun bearish adalah dengan memperhatikan harga rata-rata harian selama 200 hari terakhir. Bila indeks menyeberang garis "keramat" itu, maka diasumsikan telah terjadi perubahan pola dari bullish menjadi bearish, atau sebaliknya.

Mengapa 200 hari? Angka ini diperoleh dari menghitung jumlah hari perdagangan rata-rata dalam setahun sesudah mendiskon libur. Mengingat bahwa indikator ini merangkum pola dalam jangka yang lumayan panjang, maka polanya pun tidak akan gampang berubah sehingga lebih ajek untuk dipakai sebagai mistar pembanding.

Karena bersifat sebagai acuan rata-rata yang bergerak, maka pada pasar yang mengalami bullish angka moving average 200 hari akan bersifat tertinggal di bawah. Itu sebabnya pasar biasanya menembus moving average 200 hari secara ekstrem, sebelum akhirnya melakukan konsolidasi dalam waktu cukup panjang, yang akan membentuk pola moving average 200 hari yang mendatar sebelum akhirnya garis tren tersebut menunjukkan gradien menurun.

Pasar yang global
Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, maka kita dapat melihat bahwa banyak pasar saham di dunia saat ini telah berada dalam posisi bearish, baik melalui pendekatan koreksi 20% dari puncak ataupun melalui pendekatan moving average 200 hari.

Tabel di tulisan ini menggambarkan indeks-indeks besar di dunia dan posisi bearish pasar mereka dalam kedua metode penghitungan hingga pada posisi 14 Maret 2008. Dari tabel tersebut, jelas terlihat bahwa kebanyakan indeks pasar saham dunia utama telah berada dalam posisi suasana bearish, baik melalui salah satu atau kedua metode definitif penanda pasar bearish.

Meluasnya kondisi bearish tersebut secara global mengindikasikan bahwa tidak ada satu pasar pun yang bisa terisolasi satu dari yang lain. Investasi global telah melintas batas negara dan bersifat saling mempengaruhi.

Janggal rasanya kalau kita merasa bahwa bursa kita bisa kebal terhadap guncangan global, sementara negara-negara lain baik pada skala ekonomi yang lebih maju ataupun lebih primitif juga ternyata sedang bermasalah.

Pemahaman dan antisipasi terhadap perubahan ini adalah penentu jitunya strategi investasi, yang tentu berlaku baik pada investor besar maupun kecil.

Bila Anda sedemikian terbiasa melakukan investasi pada pasar yang bullish, maka sudah saatnya Anda memikirkan strategi yang lebih tepat pada pasar yang berada dalam kondisi bearish.

Mengapa? Karena segala hal memang ada gilirannya.



Penulis: Poltak Hotradero (Head of Research Recapital Securities)

Sumber: Kontan, Minggu Kedua Maret 2008



Article Source: Monx Digital Library

Copyrighted@ Monx Digital Library, otherwise stated
Use of our service is protected by our Terms of Use



 Back To Previous Page ...  



 

 

 

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis