FeedBurner StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  


Follow - Monx007
Article Time Stamp: 13 April 2008, 21:41:56 GMT+7

Bunganya, sih, 0%... tapi Tak Ada yang Gratis 100%



Tawaran itu begitu gurihnya. Bayangkan, Anda bisa membeli MacBook Air seharga Rp 1.055.500 per bulan selama 18 bulan. Cicilan ini ditawarkan fantastic: tanpa bunga. Syaratnya, hanya menggesek kartu kredit BCA dengan skema Cicilan BCA di A Ctr Outlet Karawaci, Plaza Senayan, Mal Kelapa Gading, dan Mal Pondok Indah. Srettt, sekali gesek, laptop teringan di dunia berpindah ke tas Anda.

Cukup? Belum juga, tuh. Soalnya, dengan membeli laptop ini, konsumen juga bisa memboyong printer merek Brother DCP 150 secara cuma-cuma. Bikin ngiler, kan? "Kami memang ingin selalu membikin kejutan untuk konsumen," ujar Susanti Nurmalawati, Asisten Manajer Periklanan dan Promosi BCA.

BCA memang menyasar konsumen yang gadget freak. Selain jumlahnya terus bertambah, "Konsumen di segmen ini umumnya juga tak segan untuk berbelanja gadget berapa pun harganya," ujar Susanti.

Ini memang baru secuil tawaran yang menggoda. Bank Mandiri bahkan berani mengobral bunga 0% lewat program Power Buy Cicilan Ringan dalam pembelian elektronik, gadget, serta beberapa produk rumah tangga.

Bahkan, bank milik negara ini juga memperpanjang nafas konsumen dengan cicilan bunga 0% sampai dua tahun. Padahal, bank lain paling banter hanya berani menawarkan cicilan murah hingga 18 bulan saja.

Direktur Konsumsi Bank Mandiri Omar Sjawaldi Anwar menyatakan, alasan utama membesut program cicilan bunga 0% sampai dua tahun untuk membuat nasabah menjadi lebih loyal. Selain itu, "Kami umumnya juga bisa menjaring nasabah baru lewat program seperti ini," ujar Omar.

Nasabah baru umumnya melihat tawaran seperti ini sebagai kesempatan membeli barang sesuai keinginan. "Mereka bisa membeli barang harga sesuai banderol toko, tapi bisa bayar dengan cara mengangsur," ujar Omar berpromosi.

Tawaran yang terus menggoda nasabah
Jika begini, bank sudah pasti sukses menjaring nasabah baru sekaligus bisa menyunting pendapatan non bunga atau fee based income dari transaksi alat bayar berwujud plastik ini.

Walhasil, tak usah heran bila bank lain juga ikutan mengguyuri nasabahnya dengan mimpi-mimpi menggiurkan. Bank BNI, misalnya. Bank pelat merah ini punya program SmartSpending 0%. Cukup dengan menggesek kartu kredit BNI, nasabah bisa belanja secara nyicil tanpa bunga.

Produknya juga beragam, mulai dari ponsel, alat pemutar musik, jam tangan, alat pemanggang roti, hingga lampu penangkap nyamuk. Nasabah BNI tinggal memilih produk dalam katalog yang super tebal dan langsung menjumput satu dari tawaran yang crispy itu.

Dus, dengan berbagai fasilitas ini, nasabah memang dapat melakukan transaksi pembelian lewat kartu kredit secara cepat dan mudah. Soalnya, bank hanya mensyaratkan nasabah membayar tagihan dalam jumlah yang tetap untuk jangka waktu tertentu.

Yang juga terus getol menawarkan cicilan bunga 0% adalah Citibank. Bank ini bahkan menjadi pionir membesut cara belanja semacam ini. Lewat EazyPay, Citibank tampil duluan. Nasabah bisa mencicil gadget hingga alat rumah tangga yang dilego dengan bunga 0% selama setahun.

Kini, Citibank bahkan telah menawarkan fasilitas belanja baru untuk pemegang kartu kreditnya, yakni EazyPay Superstore. Tetap dengan cicilan bunga 0%, Citibank juga menawarkan skema lainnya dengan memberikan tambahan point rewards. Dus, dengan cicilan yang lebih rendah, nasabah bisa membayar kekurangannya dengan poin yang sudah mereka tabung sebelumnya.

Skema cicilan macam Citibank ini memang terbilang mudah dan cepat. Tak ada urusan yang bikin ribet nasabah. Lewat gesekan dan tanda tangan, nasabah bisa bertransaksi lewat fasilitas home shopping dengan memanfaatkan katalog yang diterbitkan bank penerbit kartu kredit. Anda tinggal pesan, tak berapa lama barang langsung bisa Anda terima.

Jangan sampai konsumtif
Cara belanja seperti ini sudah pasti membangkitkan gairah belanja. Apalagi, produk yang mereka tawarkan pun keren serta bisa dicicil dalam jangka waktu tertentu. Terlebih, umumnya bank juga memberi hadiah tambahan gratis seperti memory card, pena, gantungan kunci, figura foto, maupun catatan harian tahunan. Siapa coba yang tak ngiler?

Tapi, di sinilah justru yang bisa menjadi masalahnya. Lantaran mata gelap, nasabah tanpa perhitungan bisa langsung membungkus produk. Tak peduli apakah barang itu dibutuhkan atau tidak. Belakangan, barulah dia kerepotan membayar tagihan yang makin lama makin melilit leher.

Agar tak terjerembab dalam masalah, ada beberapa hal yang bisa Anda tanamkan di benak.

Pertama, ada satu prinsip yang harus selalu kita ingat: Jer basuki mawa bea! No free lunch. Tak ada yang gratis di balik iming-iming semanis itu.

Bank sudah pasti berhitung cermat kala menelurkan program cicilan bunga 0%. "Setiap kartu kredit tergesek, bank sudah pasti berhitung tiap sennya," tandas Risza Bambang, perencana keuangan dari Padma Radya Aktuaria. Makanya, nasabah jangan keburu nafsu bergegas membeli produk itu hanya karena melihat tawaran yang yummy itu.

Kedua, boleh saja nasabah ngiler dan memutuskan untuk membungkus tawaran. Namun, Anda harus menyeleksi benar apakah perkakas yang Anda angkut secara mengangsur dengan bunga 0% itu merupakan kebutuhan pokok yang benar-benar tengah Anda butuhkan.

Jika barang itu merupakan kebutuhan pokok, tentu saja tawaran macam itu menguntungkan. Tapi, pastikan dulu Anda benar-benar mengecek harga barang dengan merek sejenis di pasaran. Siapa tahu bank terlebih dulu sudah mendongkrak harga barang sebelum memejengkan barang ini di katalog mereka.

Ketiga, nasabah kudu disiplin. "Cicilan harus dibayar lunas setiap bulan," seru Risza. Jika tidak dibayar lunas, nasabah bakal merugi lantaran pada cicilan seperti ini umumnya berlaku sistem bunga berbunga.

Bagi bank, terjadmya tunggakan cicilan sudah pasti akan menggendutkan keuntungannya. Selain keuntungan dari fee based income, bank sudah juga akan menyunting bunga yang super merekah dari nasabah yang kesulitan mencicil. Harap maklum, bunga kredit dari hasil gesekan alat bayar ini rata-rata masih 3% per bulan.

Segendang seperjogedan, Eko Endarto, perencana keuangan dari Safir Senduk dan Rekan, menyarankan jangan sampai iming-iming cicilan 0% ini justru membuat nasabah menjadi konsumtif. "Lihat dulu, apakah barang itu punya nilai tambah untuk hidup kita atau tidak," sarannya.

Jika tak membutuhkan penyedot debu lantaran sudah punya perkakas sejenis di rumah, ya, buat apa beli penyedot debu lain hanya karena cicilannya berbunga 0%? "Apalagi, kalau bisa beli tunai, ya, sebaiknya beli tunai daripada kredit," kata Eko.

Penulis: Femi Adi Soempeno

Sumber: Kontan, Minggu IV Maret 2008



Article Source: Monx Digital Library

Copyrighted@ Monx Digital Library, otherwise stated
Use of our service is protected by our Terms of Use



 Back To Previous Page ...  



 

 

 

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis