FeedBurner StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  


Follow - Monx007
Article Time Stamp: 31 December 2006, 12:32:06 GMT+7

Mengatasi Alergi Debu Rumah



SUDAH sejak tiga tahun, Hendra merasa hidupnya sangat terganggu karena penyakit pilek yang dideritanya. Dia sering bersin-bersin, pilek, serta buntu hidung setiap kali membersihkan rumah atau membaca buku lama. Begitu pula setiap kali kena dingin, penyakitnya pasti kambuh sehingga setiap malam menjelang tidur dan pada waktu pagi hari dia merasa hidungnya buntu dan pilek.

Kalau penyakitnya kumat, kepalanya sering terasa sakit sehingga dia tidak bisa konsentrasi untuk kerja. Belum lagi pergi ke mana saja, ia tidak boleh lupa membawa saputangan untuk membersihkan ingusnya. Dia merasa rendah diri sebab banyak teman-temannya menghindar karena mengira penyakitnya menular.

Hendra bukannya tidak berusaha untuk berobat, sudah banyak dokter yang dikunjungi. Begitu pula setiap obat selalu dicoba, namun tidak pernah membawa hasil yang memuaskan.

Akhirnya, atas nasihat temannya, Hendra pergi berobat ke seorang dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Setelah menjalani pemeriksaan dan tes alergi, kemudian diketahui bahwa Hendra ternyata menderita pilek-pilek karena alergi terhadap debu rumah. Hendra merasa bingung dan dia merasa tidak akan bisa sembuh karena di mana-mana ada debu.

Debu yang ada dalam lingkungan rumah dan terhirup pada waktu menarik napas sering merupakan sumber penyakit alergi. Seseorang dengan bakat alergi bila terpapar debu rumah, berulang kali dapat membentuk antibodi yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Pada orang yang tidak mempunyai bakat alergi, tidak akan menimbulkan reaksi alergi bila terpapar oleh debu rumah.

Debu rumah?

Debu rumah mengandung berbagai bahan seperti serat kain, serat kapuk, jamur, sisa makanan, rambut, bulu hewan, tungau, dan sebagainya.

Tungau merupakan komponen debu rumah yang paling penting karena paling sering menyebabkan alergi. Tungau merupakan binatang yang sangat kecil seperti kutu dan tidak tampak oleh mata. Tungau hidup dari serpihan kulit manusia dan biasanya tungau ini terdapat pada kasur dan bantal, terutama yang terbuat dari kapuk.

Bahan pengisi bantal, kasur, kursi, mainan dan buku-buku yang sudah lama, korden, karpet, selimut, dan sebagainya merupakan tempat mengumpulnya debu rumah.

Pada orang yang alergi terhadap debu rumah, biasanya gejala akan muncul bila terpapar oleh debu rumah tersebut. Gejalanya berupa bersin-bersin, buntu hidung, hidung berair dan rasa gatal pada hidung. Kadang rasa gatal dapat dirasakan pada mata ataupun langit-langit mulut.

Gejala ini biasanya terjadi sepanjang tahun, tidak tergantung pada musim. Pada penderita yang sensitif, gejala ini dapat muncul oleh karena rangsangan bau yang menyengat, udara dingin, asap rokok, dan sebagainya.

Cara menghindari

Penderita yang alergi terhadap debu rumah sebenarnya tidak perlu merasa bingung karena debu rumah masih dapat dihindari. Berikut ini akan disampaikan beberapa cara menghindari debu rumah.

 

 

 

AQWorlds Banner