Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 01 September 2008, 01:02:36 GMT+7

Bahaya Merokok




Merokok sangat berbahaya bagi kesehatan baik bagi perokok maupun orang di sekitar perokok (perokok pasif). Pada asap rokok terdapat ratusan bahan beracun. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apa yang ada pada asap rokok dan bahayanya bagi kesehatan. Bahaya tersebut beberapa diantaranya adalah akibat rokok terhadap paru-paru dan jantung. Selain itu juga tidak bisa dikesampingkan bahayanya terhadap otak, lambung, ginjal dan masih banyak lagi organ tubuh lainnya. Angka merokok aktif di Indonesia mencapai 75% atau 141 juta orang, dan 60% nya adalah orang berkategori miskin.

Salah satu gas yang berbahaya dari asap rokok yaitu gas karbon monoksida sekitar 3-5%. Gas ini jika dihisap masuk ke dalam paru-paru akan segera masuk ke dalam darah darah dan kemudian berikatan dengan sel darah merah (eritrosit). Eritrosit yang telah berikatan dengan gas ini akan lebih sulit untuk mengikat oksigen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dan tentu saja, tubuh akan lebih kekurangan oksigen karena gas karbon monoksida ini.


Bahaya bagi paru-paru dan saluran pernafasan
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar (atas) terjadi perubahan struktur dan bentuk sel lapisannya dan juga dikeluarkannya lebih banyak cairan lendir atau mucus. Pada saluran napas kecil (bawah) terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli (bagian akhir saluran nafas). Jika hal ini berlanjut akan mengakibatkan kanker.

Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Partikel asap rokok seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogenik (bahan pemicu timbulnya kanker). Kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering dibandingkan dengan bukan perokok.


Bahaya bagi jantung dan pembuluh darah
Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7% (peringkat ketiga) menjadi 16% (peringkat pertama).

Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak. Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi terhadap tercetusnya penyakit jantung koroner.

Gangguan pada jantung disebabkan oleh rusak atau terganggunya pambuluh darah yang menyediakan darah bagi jantung. Gangguan ini mengakibatkan penyumbatan akibat penggumpalan komponen darah di dinding pembuluh darah. Penyumbatan ini dapat mengakibatkan hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit akibat penyumbatan pembulah darah perifer yang bias menyebabkan kaki diamputasi.


Bahaya bagi organ tubuh lainnya
Rokok dapat mengakibatkan gangguan pada lambung. Pada keadaan normal lambung dapat bertahan terhadap keasaman cairan lambung karena beberapa zat tertentu. Nikotin dapat mengacaukan zat tertentu terutama bikarbonat yang membantu menurunkan derajat keasaman. Kebiasaan merokok dapat memperparah penyakit lambung yang sudah ada misalnya gastritis dan tukak lambung-duodenum.

Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.

Selain yang telah disebutkan diatas merokok juga dapat mengakibatkan kemandulan baik bagi pria maupun wanita, impotensi bagi pria, gangguan pada janin ibu hamil dan juga bisa memicu timbulnya serangan asma.


Bahaya Perokok Pasif
Perokok pasif yaitu orang yang berada di sekitar orang yang merokok ikut mendapatkan dampak buruk dari asap rokok. Perokok pasif menghisap asap rokok yang keluar dari ujung batang rokok. Resiko penyakit yang ditimbulkan tidak kalah besar dari seorang yang merokok. Bahkan perokok pasif mendapat bahaya yang lebih besar karena asap yang dihisap dikeluarkan terus dari ujung batang rokok. Oleh karena itu adalah wajar jika ada orang yang terganggu dan melarang orang lain merokok disebelahnya karena orang tersebut mempunyai hak penuh untuk hidup sehat.


MENGHENTIKAN ROKOK
Pemerintah sudah melakukan beberapa langkah untuk mengurangi kebiasaan merokok di masyarakat. Pemerintah mewajibkan kepada semua produsen rokok untuk mencantumkan peringatan bahaya rokok serta kadar nikotin dan tar pada produknya. Larangan merokok di beberapa tempat umum sudah mulai diterapkan dengan sanksinya meskipun belum berjalan optimal. Pemerintah juga sering menaikkan cukai rokok agar harga rokok semakin mahal sehingga masyarakat mulai berpikir untuk mengurangi atau menghentikan rokok. Tapi timbul masalah baru dengan bermunculannya produsen-produsen rokok ilegal yang tidak membayar cukai rokok sehingga produk-produk rokoknya bisa dijual dengan harga murah.

Melihat bahayanya rokok bagi manusia, sudah seharusnya kita mulai mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok. Tapi masih banyak orang mengabaikan bahaya-bahaya ini dengan berbagai alasan. Salah satu hal mengapa orang sulit menghindari rokok yaitu bahaya rokok tidak dapat dirasakan dalam jangka pendek tetapi akibatnya akan timbul bertahun-tahun kemudian. Seorang perokok baru menghentikan kebiasaan merokoknya setelah dia jatuh sakit misalnya terkena serangan jantung. Tetapi masih ada juga yang tetap melanjutkan kebiasaan merokok setelah dia sembuh.

Article Source: Monx Digital Library

Copyrighted@ Monx Digital Library, otherwise stated
Use of our service is protected by our Terms of Use



 Back To Previous Page ...  



 

 

 

AQWorlds Banner