FeedBurner StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  


Follow - Monx007
Article Time Stamp: 04 September 2011, 21:12:16 GMT+7

Museum Yerushalayim Hadir Di Jakarta



Museum Yerushalayim Hadir Di Jakarta


Pada suatu kesempatan saya bertemu dengan teman lama (lansia) di Poliklinik GKI Kebayoran Baru. Kami sama-sama sedang kurang sehat. Kebetulan waktu itu sedang banyak pasien, dan tentu kami harus antri menunggu giliran. Sebagai teman yang sudah lama tidak bertemu, tentu kami melepas rindu dengan obrolan-obrolan yang hangat. Akhirnya sampailah obrolan kami mengenai Museum Yerushalayim (yang sama artinya dengan Yerusalem) yang dikelola oleh YPI Kawanan Kecil.

Teman saya bercerita, bahwa beberapa bulan yang lalu diajak putranya untuk mengunjungi museum tersebut yang letaknya di Jl. Raya Rawa Sengon No 35, Plumpang, Jakarta. Setelah saya mendengar cerita tersebut, saya berpikir dan terus berpikir untuk bisa berkunjung ke museum tersebut. Tetapi apa daya sebagai seorang lansia yang berusia 82 tahun tentu sulit untuk bepergian yang cukup jauh. Mengajak anak-anak atau cucu untuk mengantar, saya tidak berani karena mereka semua bekerja, sedangkan museum tersebut buka pada hari kerja. Memang hari Sabtu buka tetapi dikhususkan bagi rombongan yang sudah membuat janji terlebih dahulu. Akhirnya saya mengajak teman yang masih muda untuk menemani saya pergi ke musem tersebut. Kami berangkat bertiga dengan Ibu Endang Subagio dan Ibu Wanti Sukardiana.

Walaupun museum tersebut tidak terlalu besar namun tertata rapih, baik dan bersih. Kami diterima petugas yang semuanya ramah. Di museum tersebut terdapat replika-replika maupun pohon-pohonan yang diceritakan di Alkitab. Di halaman depan terdapat beberapa pohon ara yang sedang berbuah, zaitun, delima, anggur, sesawi, kurma dan papirus; juga replika bejana air yang menjadi anggur pada mujizat pertama Yesus di Kana (Yoh. 2:6).

Tanaman papirus yang mirip dengan gelagah atau teberau biasa tumbuh di tepi sungai. Tanaman papirus mempunyai kegunaan multifungsi; selain untuk membuat keranjang, papirus terutama digunakan untuk membuat semacam kertas yang dipakai untuk menyalin semua kitab yang dipakai di dalam Alkitab. Di counter Qumran kami melihat guci-guci dan contoh perkamen yang digunakan untuk menyalin kitab-kitab Perjanjian Lama. Di Lantai dasar terdapat replika keranjang bayi Musa yang dianyam dengan daun papirus (Kel. 2:3). Gentong tanah yang mengingatkan kita pada peringatan Yesus untuk tidak menaruh pelita yang menyala di bawahnya sehingga terang tidak dapat terlihat dan akhirnya membuatnya mati (Mat. 5:15). Terdapat juga berbagai replika lain seperti tempat pemerasan anggur. Onta masuk lobang jarum (Mat. 19:24), penggilingan dan pengepressan zaitun, alat press papirus, dan replika keramik-keramik yang ditemukan di Qumran, Laut Mati.

Pada penemuan salinan gulungan Kitab Suci ditemukan seluruh kitab Perjanjian Lama kecuali Kitab Ester. Kitab Ester tidak ditemukan mungkin karena kitab ini tidak diakui oleh kelompok Yahudi Essenik yang tinggal di Qumran sebagai Kitab Suci sebab tidak terdapat kata Tuhan atau YHWH di dalamnya.

Setelah itu kami dipersilakan melihat benda-benda lainnya seperti batu-batuan dari berbagai tempat di Israel, kendi, menorah, biji sesawi, sandal zaman Keluaran, mahkota pada zaman Ratu Ester, senjata dan aneka shofar atau sangkakala. Kami melihat juga contoh-contoh dahan belang karena Yakub memang mengupas dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang dan putihnya kelihatan (Kej.30:37).

Tidak terasa jam menunjukkan pukul 12:00 siang dan kami berpamitan untuk pulang dengan membawa kenangan yang indah.



Jam buka:
Senin-Jumat: 09.00-16.00 WIB
Sabtu: Khusus group dan dengan perjanjian.
Minggu & Hari Libur: Tutup

Alamat Museum:
Pondok Gading Sengon
Jl. Raya Rawa Sengon No. 35 RT 01/14
Kelapa Gading Barat
Jakarta Utara 14240
(021)43935346-47

Info:
Kristine (0818-0672-8333)


Website: http://www.museumbendaalkitab.com/

Peta Lokasi: KLIK DISINI untuk melihat Peta Lokasi Museum Yerushalayim Jakarta.




Penulis: Oma Hutauruk
Sumber:
IOTA (Majalah GKI Kebayoran Baru)
Edisi VI Juni 2011

Article Source: Monx Digital Library

Copyrighted@ Monx Digital Library, otherwise stated
Use of our service is protected by our Terms of Use



 Back To Previous Page ...  



 

 

 

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis