StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  


Follow - Monx007
Article Time Stamp: 28 October 2008, 23:43:28 GMT+7

Perilaku Serba Terbalik



BARU-BARU ini beredar petunjuk 'Aturan baku' dalam berkendara' di sejumlah milis (mailing list) para eksekutif di Indonesia. Dibaca sepintas, isinya terkesan guyon. Tapi, sejujurnya, itulah potret perilaku pengguna mobil di kota-kota besar negeri ini.

Kacaunya sikap (attitude) mengernudi di kota-kota besar, memang sudah mengkhawatirkan. Lihat saja tentang keharusan penggunaan sein ketika akan membelok. Jika itu yang Anda lakukan, tidak sedikit kejadian mobil di belakang justru mempercepat lajunya untuk membuat blokade, sehingga Anda tidak mungkin berbelok. "Kalau saya naik BMW, terpaksa mengurut dada. Untuk itu, sehari-hari saya pakai mobil SUV, ya tinggal adu kuat," enteng Angtawan A, Senior Manager BFI Finance yang berkantor di Graha Atrium Senen, Jakarta.

Membuat 'jarak aman' antar mobil di tol pun bukan berarti jadi lebih aman. "Lebih sering kita justru disodok mikrolet, bus atau bahkan mobil pribadi sendiri," keluh Tjahjo Mahatmo, Eksekutif Representatif Mining Division PT United Tractors di Jakarta.

Kekacauan itu tidak hanya terjadi di Metropolitan Jakarta. Juga telah merambah sampai ke kota-kota kecil. Seperti pengalaman Paulus Budiman Salim, pemilik Suzuki Grand Escudo 2.0 yang baru-baru ini menempuh perjalanan antar-kota di Jawa Tengah. "Sudah jadi pemandangan biasa, orang yang jalan pelan berada di jalur paling kanan. Di klakson atau di-dim, mereka tak acuh. Yang terjadi, jika ingin menyalip, mau tak mau selalu dari posisi sebelah kiri."

Menghadapi perilaku sok jagoan seperti itu, Tjahjo Mahatmo punya tips sederhana. "pengemudi seperti itu umumnya tingkat pendidikannya rendah. Bagi orang terdidik, hadapi dengan sabar dan sikap mengalah. Beda waktu sampai ke tujuan, paling 5 menit."

Sebelum malapetaka di jalan raya menimpa diri Anda sendiri.


‘ATURAN BAKU’ DALAM BERKENDARA
1. Lampu sein hanya akan membuat pengendara lain mengetahui langkah Anda selanjutnya. Pengemudi sejati tidak akan pernah menggunakannya.

2. Jangan pernah membuat jarak aman antara Anda dan mobil di depan, atau keadaan akan menjadi lebih tidak aman bila tiba-tiba ada mobil menyela pada jarak tersebut.

3. Mengemudi zig-zag pada jalur satu arah berarti Anda mampu 'ikut arus'.

4. Semakin cepat Anda berkendara melewati lampu merah yang menyala, semakin kecil kemungkinan tertabrak.

5. Jangan pernah benar-benar berhenti pada rambu stop. Tidak ada pengendara yang melakukannya dan hanya akan berakibat mobil Anda berbumper cacat, kecuali bila Anda ingin ganti bumper baru dari asuransi.

6. Rambu "hati-hati ada perbaikan jalan" di sisi kanan jalan, hanyalah sebuah test untuk mengetahui berapa pengendara yang bisa memaksa tetap berada di jalur kanan sementara Anda berada di jalur kirinya, sebelum mereka mencoba menyalip untuk masuk ke jalur anda tanpa sukses dan menabrak cone.

7. Mengerem sebaiknya dilakukan pada kesempatan terakhir dan sekeras mungkin, untuk memastikan sistem ABS bekerja dengan baik, sekaligus memberikan pijatan pada kaki. Untuk Anda yg tidak memiliki sistem ABS, ini adalah salah satu cara stretching yang baik untuk kaki Anda.

8. Jangan pernah menyalip dari kanan bila anda bisa menyalip dari kiri. Ini merupakan suatu sistem agar pengendara lain takut masuk jalur cepat/tol.

9. Batas kecepatan maksimum hanyalah suatu syarat Percepatan, toh tidak dapat diaplikasikan pada rush hour.

10. Hanya karena Anda sedang berada di jalur cepat tanpa bisa menambah kecepatan atau menyalip untuk lebih cepat, bukan berarti pengendara yg sedang mengedip-ngedipkan lampu besar di belakang Anda tidak akan berpikir dia dapat lebih cepat dan lebih jago menyalip bila dia berada pada posisi Anda.

11. Adalah merupakan suatu tradisi bila pengendara mengklakson pada pengendara lain yang tidak langsung maju pada saat lampu berganti hijau. Ingat! semboyan pengendara sejati adalah untuk 'selalu duluan, bagaimanapun caranya'.


Sumber:
Hendra Hoor Saleh
Majalah AutoBild, Tanggal 2-5 Agustus 2003 Edisi 7 – Suplemen

Article Source: Monx Digital Library

Copyrighted@ Monx Digital Library, otherwise stated
Use of our service is protected by our Terms of Use



 Back To Previous Page ...  



 

 

 

AQWorlds Banner