StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  


Follow - Monx007
Article Time Stamp: 30 March 2008, 19:23:38 GMT+7

Operator Mulai Endus Bisnis Bank



Mengintip transaksi bayar dari nonbank

Perbankan benar-benar punya pesaing baru dalam bisnisnya. Perusahaan telekomunikasi kini menambah sistem pembayaran lewat m-wallet. Setelah Telkomsel dengan T-Cash, Indosat menyusul dengan FlexiCash.

Inilah jadinya kalau operator telepon ngebet menjadi gerai one stop shopping. Bukan hanya menjual layanan halo-halo, PT Telkomsel bahkan juga menyentuh sektor yang paling sensitif, yaitu perbankan. Telkom pun mengeluarkan layanan yang biasa disebut m-wallet.

Tak sekadar berfungsi sebagai kartu halo-halo, lewat layanan m-wallet itu pelanggan bisa menggunakan kartu telepon untuk bertransaksi layaknya kartu ATM perbankan. Anda bisa membeli barang dan jasa, cek saldo, hingga mengecek transaksi yang telah Anda lakukan.

Boleh jadi lantaran sudah sedemikian mirip dengan transaksi bank, banyak bank yang diam-diam kini tengah mengomel. Dalam rapat di asosiasi, mereka menggerutu atas izin yang diberikan bank sentral kepada perusahaan telekomunikasi ini. "Tak masalah kalau berfungsi sekadar alat bayar, tapi ini kan sudah mirip dengan fungsi bank. Mereka menerima simpanan dari nasabah," ujar seorang bankir yang tak mau disebutkan namanya.

Sang bankir memang tak salah. Lewat layanan m-wallet dari anak perusahaan PT Telkomsel, yakni T-Cash alias Telkomsel Cash, pelanggan bisa bertransaksi untuk banyak hal. Nomor telepon pelanggan berfungsi sebagai account nasabah. Nasabah bisa melakukan transaksi lewat kartu telepon maksimal Rp 1 juta. Tentu saja, dana yang tersimpan di kartu maksimal sebesar itu juga.

Tak hanya Telkomsel, bulan Maret ini Telkom bahkan akan menggeber layanan serupa dengan anak usahanya yang lain, yaitu FlexiCASH. Baik T-Cash maupun FlexiCASH tak mengharuskan pelanggan memiliki account bank untuk bertransaksi. Cukup berbekal telepon kedua operator itu, nasabah bisa bertransaksi di 1.000 merchant. "Kami yakin ada pasar potensial sebesar 60 juta hingga 70 juta pelanggan yang merupakan gabungan pengguna Telkomsel dan Flexi," ujar Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja. Apalagi layakan ini juga bertujuan mendukung program Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan ragam instrumen pembayaran non tunai.

Bank kebagian untung
Analis Madya Senior Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI Puji Atomoko menambahkan, sejak tahun 2005 BI memang membuka keran bagi lembaga keuangan non bank untuk ikut dalam program less cash atau mengurangi pembayaran tunai. "Ada syarat tertentu bagi perusahaan non bank dalam mengembangkan bisnis ini," ujar Puji.

Terlebih, layanan m-wallet juga telah mengembang di banyak negara seperti di Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Malaysia, Filipina dan Afrika Selatan. "Tak ada yang perlu risau. Ini hanya alat bayar saja, kok," tepis Puji menjawab ketakutan bank. Apalagi, dalam bisnis ini, bank juga bisa berperan sebagai kustodian dan settlement atas transaksi nasabah.

Lihat saja kerjasama antara Bank Mandiri dengan Pertamina, Telkom serta Telkomsel. Bank Mandiri akan bertindak sebagai settlement bank dalam setiap transaksi nasabah. Makanya, Fuji yakin kalau bank kelak akan berebut dalam ceruk bisnis ini. "Apalagi, kalau memang ada dana besar," kata Puji.

Jadi, tinggal tunggu tanggal mainnya, kan?

Penulis: Femi Adi, Aprillia Ika

Sumber: Kontan, Minggu Kedua Maret 2008



Article Source: Monx Digital Library

Copyrighted@ Monx Digital Library, otherwise stated
Use of our service is protected by our Terms of Use



 Back To Previous Page ...  



 

 

 

AQWorlds Nulgath Secret Walkthrough