StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  


Follow - Monx007
Article Time Stamp: 20 February 2006, 16:07:36 GMT+7

Penurunan Kesadaran Pada Sirosis Hati



DR SAMSURIDJAL DJAUZI

Sudah tiga hari Ayah saya terbaring lemah di rumah sakit. Beliau menderita sirosis hati dua tahun ini. Beliau pernah masuk rumah sakit tahun lalu karena muntah darah, untunglah dapat diatasi dengan baik dan sampai sekarang tak pernah mengalami hal serupa.

Sejak seminggu lalu tampaknya beliau lemah, malas makan, dan kurang mau bicara. Jika ditanya hanya menjawab pendek dan kadang-kadang tak menjawab sama sekali. Baru tiga hari lalu kesadaran beliau menurun dan kami segera membawanya ke rumah sakit. Menurut dokter, beliau menderita penurunan kesadaran akibat sirosis hati.

Rupanya sirosis hati tidak hanya dapat menimbulkan bahaya muntah darah, tetapi juga penurunan kesadaran. Ayah sekarang sudah lebih baik kesadarannya, tetapi beliau baru dapat bicara sedikit. Lebih banyak diam. Tangannya juga masih gemetar jika memegang sesuatu.
Saya mempunyai saudara tiga orang, saya tertua. Ayah menderita hepatitis B sehingga akhirnya menjadi sirosis hati. Apakah kami juga perlu memeriksakan diri untuk hepatitis B atau C?Apakah kami anak-anak beliau, harus diimunisasi. Di mana saya dapat memperoleh imunisasi hepatitis B dan C? Kami amat takut dengan penyakit hepatitis setelah menemani Ayah dua tahun ini. Kami juga ingin mendapat informasi mengenai faktor penyebab penurunan kesadaran pada sirosis hati apakah dapat dicegah? Informasi dokter amat kami nantikan dan untuk itu kami ucapkan terima kasih.

E DI B



Penyakit sirosis hati memang masih sering dijumpai di negeri kita. Penyebab utama adalah hepatitis B dan C. Selain itu, sirosis hati juga dapat disebabkan alkohol. Untunglah kebiasaan minum alkohol di negeri kita masih terbatas.

Kekerapan hepatitis B dan hepatitis C cukup tinggi. Penularan hepatitis B dan C dapat terjadi vertikal dan horizontal. Penularan vertikal artinya penularan dari ibu ke bayi yang dilahirkannya, sedangkan penularan horizontal terjadi sewaktu bergaul dengan orang lain, misalnya penularan di antara anak sekolah.

Hepatitis B dan C menular melalui cairan tubuh seperti melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik bersama, dan hubungan seksual. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara imunisasi dan menjalankan hidup sehat.

Imunisasi yang tersedia dewasa ini baru untuk bepatitis A dan B, sedangkan untuk hepatitis C masih dalam tahap penelitian. Imunisasi dapat Anda peroleh di tempat praktik dokter atau rumah sakit.

Imunisasi hepatitis B perlu dilakukan tiga kali agar timbul kadar antibodi yang tinggi yang dapat melindungi tubuh. Cobalah berkonsultasi dengan dokter keluarga Anda sebelum menjalani imunisasi, mungkin Anda akan disarankan memeriksa HbsAg dan anti-Hbs dulu karena sebagian orang sudah ada anti-HBs nya meski belum diimunisasi. Orang ini mendapat kekebalan setelah terpapar virus hepatitis B dan mungkin tidak menyadarl karena tidak mengalami sakit. Selain itu, orang yang HbsAg-nya positif (artinya dalam tubuhnya ada virus hepatitis B) juga tidak perlu diimunisasi. Jadi, dengan pemeriksaan tersebut indikasi imunisasi dapat tepat.

Penderita yang sudah masuk dalam keadaan sirosis hati perlu berhati-hati agar tidak mengalami penyulit seperti muntah darah, cairan dalam rongga perut (asites), dan juga penurunan kesadaran. Penderita sirosis hati berat (dekompensasi) perlu lebih herhati-hati lagi. Cairan asites yang banyak berisiko terjadinya infeksi peritonitis spontan (infeksi selaput dinding perut). Karena itu, cairan asites perlu dikurangi secara hati-hati. Asupan makanan perlu diperhitungkan dengan baik. Kalori harus mencukupi tetapi protein tak boleh berlebihan. Sumber protein yang dikonsumsi sebaiknya berasal dari protein nabati atau susu.

Timbulnya infeksi, perdarahan, dan gangguan elektrolit dapat mencetuskan ensefalopati hepatik yaitu sindrom neuropsikiatri yang terjadi pada penyakit hati. Pencegahan ensefalopati adalah dengan menjaga kesehatan umum Ayah Anda dan menecegah faktor pencetus.

Saya gembira dengan kepedulian Anda sekeluarga terhadap kesehatan Ayah dan kesehatan sendiri. Kepedulian tersebut merupakan modal kuat untuk pemeliharaan kesehatan. Jika dulu Ayah dan Ibu yang membesarkan Anda dan saudara-saudara sekarang kesempatan Anda bersaudara menjaga dan mendampingi Ayah yang sedang sakit, mudah-mudahan Ayah Anda dapat cepat pulang dari rumah sakit dan berkumpul kembali dengan keluarga


Sumber: Kompas



Article Source: Monx Digital Library

Copyrighted@ Monx Digital Library, otherwise stated
Use of our service is protected by our Terms of Use



 Back To Previous Page ...  



 

 

 

AQWorlds Nulgath Secret Walkthrough